walaupun di rumah, tetep bisa hafalin quran

aku pikir, dan selama ini aku berpikir, bahwa sekalinya keluar asrama itu pasti susah banget buat hafalin quran. seperti, mustahil. nihil. karena selama ini cerita dari teman dan kakak alumni selalu bernada sama. hafalin quran pas di asrama semaksimal mungkin dek, sekalinya keluar itu suuuusah banget. pokoknya di asrama itu ladang amal ibadah deh!

oh iya, ini agak menjurus ya, beberapa khusus pembahasan program tahfiz di UB, Brawijaya atau malang.

itu yang aku rasakan selama hampir setahun. waktu masih kuliah offline di malang, aku ngga tinggal di asrama tahfiz atau pesantren khusus akkhwat. karena, kebanyakan lokasi mereka terlalu jauh dari kampus dan, aku ngga ada kendaraan. yang kedua, mungkin aku terlalu takut buat mengambil resiko, yada yada….

nah.

walaupun begitu, ada beberapa program tahfiz gratis yang pernah aku ikuti. atau aku kepoin. beberapa diantarnya akan aku jelasin disini, sebagai sharing informasi dan juga motivasi buat yang lagi pengen dapet cambukan buat hafalin quran (aku termasuk)

yang pertama, program PTQ dari ub. lebih tepatnya, MRP nya ub

program tahfiz quran ini kalau ngga salah udah lama. seenggaknya bukan program yang baru buka. aku ikut waktu smt 2, awal tahun 2020 kemarin kalau ngga salah. no, wait antara itu atau akhir tahun 2019. agh

program ini khusus buat yang ingin menghafal dan memurojaah hafalan quran. ada juga buat yang mau belajar tilawah quran nya, dari UKM yang namanya seni religi. tapi aku ngga ikut itu. PTQ ini, awalnya harus pendaftaran dulu. pakai semacam gform dan kita pilih mau setor di hari apa. minimal 3 pilihan hari+waktu.

setelah itu bakal langsung keluar dalam kurun waktu seminggu jadwal dan nama penyetor kita. kebetulan waktu itu aku full sama mba2 kating dan bukan sama ustaz ustazahnya. ah iya, yang agak aku lupa apakah penyetor ini dikhususkan kalau ikhwan ke ikhwan. akhwat ke akhwat. atau campuran.

yang kedua ini program khusus akhwat dan baru aku temui pas online. namanya baqmi.

program ini khusus akhwat, dan khusus murojaah juz juz tertentu setiap bulan nya. aku pernah mau daftar, tapi mengurungkan diri karena waktu itu lagi hectic dan ngga berani ambil resiko. (again) pendaftaran program baqmi butuh infaq sebagai komitmen di awal, dan mengirimkan voice note hafalan. itu kalau ngga salah sih, aku belum coba coba daftar lagi karena program terbaru nya masih murojaah hafalan juz 26. sedangkan aku mau fokus ziyadaah.

dari review peserta nya, sepertinya program ini bagus. pengayaan atau pembinaan kelompoknya tergolong cukup serius sepertinya. ngga cuma meet-setor-babay.

program ketiga, ini yang lagi aku ikuti sekarang. program ini kayaknya baru ada awal tahun ini, karena online2 nya pandemi. nama program nya tamasya, dari pesantren mahasiswa syajaroh thoyyibah

asrama mahasiswa itu khusus tahfiz. teman kelasku laki2 ada yang disana. lokasi nya agak jauh dari kampus dan kata temanku dia bolak balik jalan kaki 30 menit setiap hari kalau masuk kelas. lokasinya sekitar dinoyo namanya kalau di malanh (ini kenapa aku ngga mau asrama tahfiz. dulu aku sering megang perintilan ospek yang butuh moblisasi kos-kampus-kos)

aku baru menjalani ini 2 minggu. itupun aku telat mendaftar. aku lihat story temanku itu yang ngefoto pertemuan perdana nya tamasya. aku kepo dan langsung nanya program apa, dan apakah masih buka. dia hanya kasih aku satu gambar yang isinya pilihan program (murojaah atau ziyadah) dan ga ada tenggat waktunya. aku ngga tahu waktu itu kalau ternyata udah lewat dan keburu save nomor cp nya

pas cek instagram ternyata udah lewat deadline dan aku sedih, dan temanku juga sedih. tapi habis itu aku nekat pc si contact person dan diperbolehkan! akhirnya aku ikut tahap pendaftaran berupa pengisian gform dan ngirim voice note berupa bacaan surat maryam 1 sd 6 (kalao ga salah)

yang aku suka dari progam ini karena penyimak nya masih seumuran, dan anak ub pula. dan sesama anak uaki juga. jadi kerasa lebih santai aja walaupun kami masih sama2 manggil pakai mbak karena ke-formalan.

yakk. yang terakhir. namanya program smart quraners khusus untuk akhwat belasan tahun keatas

ini program yang aku ikuti waktu liburan tahun baru kemarin. berlangsung selama 1 bulanan, atau 4 minggu pas. pengajarnya, kami panggil ustazah, hanya menyimak kami aja tugasnya. ndak ada pembinaan seperti program baqmi. dan menurutku 11 12 sama tamasya di atas. ada kajian setiap minggu yang perlu kita ikuti dan komen di youtube nya sebagai absen si.

di akhir program, yang bikin aku kaget karena dapat message di grup wa nya kalau penyelenggara program sangat kecewa pada kami kami yang nggak dapat target. hiks

ceritanya target program ini adalah satu juz setiap satu bulan, dan dalam 2 kali setoran seminggu harus dapat minimal 3 samapi 5 halaman. yang mana lumayan susah buat aku yang suka ngafalin mendadak beberapa jam sebelumnya. (kebiasaan di pesantren). yang kedua, karena penyimak nya tadi nggak kenal jadi kerasa lebih kaku aja. padahal mah harus nya dibawa santai ya

tapi dalam setoran itu kita tetap diingatkan kalau ada makhroj2 yang salah, dan ustazah nya cukup sabar menghadapi aku yang suka super gak lancar. total aku dapat dari 4 minggu program itu dapat ziyadah 7-8 halaman. lebih banyak dari jumlah ziyadah setahunku yang lalu.

itu program2 tahfiz yang pernah aku ikuti, kalau kalian punya sharing juga boleh banget komen disini buat jadi info sesama kita. semoga bermanfaat

kuliah online, dosen suangar


wahai, kelas metode numerik ku yang tak da kabar. dikacangin pulak

sambil nunggu kelas yang ngga ada kabar nya, aku nerusin buat vidio youtube. tiba tiba ada nongol chat di whatsapp, seperti di atas

ternyata bapak matkul matematika teknik di sebelah nyalain refreshing buat anak kuliah nya sebelum kelas di mulai. mungkin biar ngga ngantuk atau gimana.

aku belum pernah sih dapat dosen seperti ini. paling santai, bapa dosen ku dulu dari matkul teknologi bahan elektrik tiap sesi pertemuan nya cerita cerita momen beliau seminar di luar negeri, dan sering juga cerita waktu bapa nya kuliah di german. aku ingat bapa nya bercerita perjuangan nya mintain buku kuliah ke senior college dan fotokopi satu persatu biar dapat nilai tertinggi di kelas.

balik ke bapa dosen reggae.

kalau aku pikir, pastinya bukan cuma siswa dan mahasiswa aja yang dapet pengalaman eksentrik di masa online begini. menurutku bapa yang menyetel musik ini bakal diingat kan, sama mahasiswa- mahasiswa nya nanti kalau sudah masuk kuliah normal.

nah ayo dong, bapa ibu dosen ku. kuliah nya yang seru seru. hehehe

sticky notes at my desk

all for you, oh my brotha.

okay. so, I have 5 siblings, and the youngest is at kindergaten or, around 5-6 years old. he’s cute. still cute. even if he tends to kicking me in the back, or punching me when I’m too close to his personal space. the best moment that I have this far is him sleeping at me in our way back home in the car. just so you know we aren’t that close before and he likes to avoiding me, or shouting at me since I tend to teased him awlays, So, I think since I spent a month at granny home at bandung he became much closer. and clingier.

anyway, my friend.

It’s kinda cloudy this afternoon, and if usually yaya play with his friends now he cannot. He kept bugging me, asking me to play games on my phone. or kept talking to me and demanding me to answer him. One glance at my desk, I found something.

It’s a sticky note.

I could teach him to write (I teached him alphabet too. since ma is too slow on giving progress now srsly.) but instead of writing and then get boring, I decide to ask him to write on the notes.

“hey lil’ boy, could you write my name?”

“yes please,” he said

“it’s m-b-a-k. write the M, like this” I wrote the words on book and he followed. and then he take the notes, and put it everywhere I order to. we kept doing that until my laptop became like this

I didn’t know how a 6 year old writing should be but his writing absolutely-and I mean I am, really really- dissapointed me. lmao.

not like I’m gonna be mad at him. no

just,

we would keep playing. and sticking notes to everywhere in the house.

for the sake of his writing!

this is him, bytheway

Transformator (trafo)

Apa itu trafo?

Trafo (Transformator) adalah perangkat listrik, yang terdiri dari dua atau lebih kumparan kawat. Digunakan untuk memindahkan energi listrik dari input ke output dengan mengubah medan magnet.

Pemindahan listrik ini akan disertai perubahan tegangan, naik ataupun turun.

Jenis trafo ada dua, step up (penaik tegangan) dan step down (penurun tegangan). Dilihat dari tegangan sekunder dan primer, jika primer lebih besar dari sekunder maka dinamakan step down. Jika primer lebih kecil dari sekunder dinamakan step up.

Bentuk trafo

Image result for bentuk trafo
Image result for bentuk trafo

Bagian bagian trafo

Image result for bentuk trafo

Bagian trafo terdiri dari;

-kumparan primer

-kumparan sekunder

-Inti besi/magnetik

trafo ada yang ukuran nya besar, ada juga yang kecil

yang besar ini biasanya di pembangkit listrik,

yg kecil ini di siitem transmisi nya, di tiang2 listrik kalau sering lihat di jalan

yang satu ini biasa di jual di toko2 elektronik, biasa dipakai jadi power suply, UPs dan lain2

bagian2 trafo terdiri dari

inti besi, kumparan primer sekunder

bentuk inti si trafo juga ada macam nya, ada tipe cangkang dan ada tipe inti.

inti besi terdiri dari lempengan2 besi tipis terisolasi, untuk mempermudah jalan nya fluks magnet dan juga mengurangi suhu panas yang ditimbulkan

prinsip kerja trafo, yang bekerha pada trafo adalah dfluks nya. perubahan dfluks ini dari medan magnet trafo, yang muncul dari lilitan trafo.

intensitas medan ini tergantung pada arus yang mengalir ke kumparan

lalu medan tadi akan menginduksi ggl di kumpran sekunder, dan terjadi limpahan daya dari kumparan primer ke sekunder. sehingga, terjadilah perubahan tegangan listrik, menyesuaikan lilitan nya apakah dia jadi lebih rendah atau lebih tinggi.

karena trafo bekerja dengan dfluks, dia hanya muncul dari sinyal/gelombang sinus. maka yang termasuk gelombang sinus adalah ac

jika menggunakan dc, maka diakali dengan dioda sebagai pengubah arus dc menjadi ac

kegunaan trafo

trafo biasa digunakan pada sistem pembankit listrik, dan dalam transmisi listrik seperti gambar dibawah. trafo dalam sistem ini ada yang step up, mengubah tegangan dari pembangkit listrik ke 150kv dan ditransmisikan. ada juga step down, mengubah tegangan 20 kv menjadi 220v untuk masuk ke distribusi perumahan

contoh trafo pada transimisi listrik di bawah ini

conoth penggunaan trafo lain nya seperti rangkaian joule thief dibawah ini. mengubah tegangan baterai 3-6V menjadi 12 V untuk lampu dc atau lampu ac

pertanyaan nya, apa itu trafo yang bentuknya melingkar? apa itu auto transformator? 

nanti kita bahas di lain waktu

semoga membantu 🙂

lebih lengkapnya lewat vidio di bawah

a force I can’t resist

hari ini aku diminta mak buat pergi ke mall PGC cililitan untuk beli kabel charger.

kabel ini ceritanya aku hilangin waktu masih di bandung kemarin. waktu mau naik gojek, sepertinya aku luput kalau si kabel jatoh dan akhirnya terpaksa aku beli kabel kw di borma bandung

kami datang ke samsung center di sana, dan langsung beli kabel data nya. ternyata harganya 70 ribu…. oh shit

dan sepertinya aku belum bayar hutangku ke mak.

anyway. setelah itu kita pergi ke diy (mister d i y~ tempat belanja, semua suka) karena mak mau beli- atau lihat lihat. seriusan di diy itu banyak banget barang yang eye-catching.

ceritanya aku ini langganan buat datengin rak buku2 notes dan diary di mister diy. dan selama muter2 ku lihat lihat barang, tetiba aku melihat benda ini di bagian bawah rak, tersempil di sebelah notes notes.

THIS.

pas aku lewatin benda ini, aku langsung jongkok dan mantengin notes ini berkali kali.

masalahnya, warna nya itu loh. warna nya bikin adem banget dan jarang banget notes kayak gini di diy! mungkin banyak sih di olshop tapi aku ngga pernah dengan sengaja beli pernak pernik di olshop. too consumerism. cuan ku gak kuat

ngeliat si notes ini batin ku berteriak buat ambil dan bayar. walaupun sungguh, aku ngga tahu ini mau digunain untuk apa. aku udah lama ngga baca buku hard file, dan akhir ini lebih sering baca di ipusnas.

tapi aku langsung berdalih bahwa ini bisa dipakai buat tempelan di notes. hitung hitung jadi penyemangat belajar.

toh adek ku akhir2 ini belanja mulu barang2 yang cuma bisa ku impiin dan dia beli seenak jidat! sial

akhirnya tanganku langsung ambil dua dan bayar di kasir. hmm thank you, capitalism

Mengenal Optocoupler atau opto-isolator

Optocoupler, ata nama lain nya opto-isolator
adalah sebuah komponen elktronika.

kenapa disebut opto isolator, karena LED dan komponen pendeteksi cahaya nya itu terpisah rangkaian nya. tapi tetap, ada dalam satu kemasan komponen.

disini ada contoh pemakaian optocoupler pada sebuah modul.
yang kotak hitam itu adalah optcoupler. biasanya digunakan di modul2 controler, atau modul sensor infrared.

ini adalah simbol dari si optocoupler Masing-masing bagian Optocoupler (Transmitter dan Receiver) tidak memiliki hubungan rangkaian secara langsung.
tetapi dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi satu kemasan komponen.

yang dikanan adalah transmitter. sebuah infrared LED yang fungsinya sebagai pengirim cahaya optik, ketika arus lewat dia menyala. dan intensitas nya tergantung jumlah arus listrik yang lewat. lampu infrared ini juga tidak bisa tampak oleh mata manusia.


Yang di kiri adalah receiver, biasannya sebuah phototransistor sebagai pendeteksi cahayanya. receive ini prinsip kerja nya hampir mirip sepert transistor, dengan base emitter dan collector. tapi yang membedakan adalah kaki base nya berupa phototransistor yang mendeteksi cahaya

optocoupler ada yang berkaki 2, ada yang berkaki 3. tetapi tetap rangkaaian nya sama, terdiri dari transmitter dan receiver

penggunaan nya biasanya menjadi driver pada sebuah mikrokontroller. driver motor DC, dan DC AC power kontroler. juga digunakan pada komunikasi rangkaian yang dikendalikan oleh PC

optocoupler sebagai relay

rangkaian disambung dengan arduino sebagai AC power control

dijadikan rangkaian sebagai controler, atau pengendali pompa AC

sekian, semoga membantu

granndma ask me to buy herbs

no. she isn’t sick. no. grandma ask me to buy some herbs for cooking.

it just raining an hour before

a galangal-lengkuas in indo-, some yellow tofu. shrimp paste-terasi. wait it’s getting ridiculous.

so I, reluctantly go out (without my mask because I-okay I’m sorry that’s really bad). I was in the middle of reading and I kinda think… oh, sucks I don’t want to. why are you asking me, oh granma?

but then I remember that I want some refreshing so it wouldn’t be that bad.

and, it just raining just then. It’s cold outside. a kind of good cold that come after rain and you felt some melancholy and the cold just succesfully bring a smile to your face.

so I go out.

and I smiled.

I know. rain is something that make you happy. really

as I walk, I recall what granny ask me. a lengkuas, terasi, tofu… maybe I’ll find something I like there.

and I came to a small stall that sell the vegetables. there’s already someone already so I waited after him. oh, that person is a little kid. He brings a piece of paper. with the list of what his need-undoubtly it’s his mom. and he gave that paper to the seller.

I watched as the shopkeeper brings this and that. a green and a red vegetable to a basket. and put it in a plastic, and gave it to the little kid. and so the little kid gone, it was my turn

hello, could i have some lengkuas?

yes, we have some…. she seems to pause for a moment. you mean laja, little girl? she asked

I only said yes. I didn’t know what laja is but I heard it once from granma. so I said yes.

what else fo you need? she ask

a yellow tofu,

and terasi, ah which has a good taste!

the keeper laugh. well I don’t know what you mean, but will this one okay?

I nod. she put my goods on a basket. then put it in a plastic bag. I gave the money and head back home.

I didn’t brought lengkuas, but I brought laja instead.

I hope this is the right thing, grandma. I thought as I go back home

grandma, and a bar of chocolate

‘mba, here, take some chocolate.

split into two, take half’ says granny

she brings a dairymilk, munching some.

‘no thank you, grandma. I’ll get toothache’

‘brush your teeth then’ and I just laugh.

it is not like I don’t like chocolate. it’s just it was her chocolate.

granny really like something sweet. and coffee. a cup of coffee in the morning is a must.

she also like cats.

there’s this black cat. and another smaller black cat. and a male cat. and this one that’s pregnant.

or maybe she just lonely, so she needs cats.

but those cats made my skin itching. and their fur. and their fleas!

and I thought coming here as a runaway from home is a good idea. partially, then.

oh and the chocolate is still in the fridge.

granny can I have some now?

craving sweet in the morning, hmm

review panel surya 10 wp di bandung

selama sebulan lebih sudah dipasang panel surya 10 wp di rumah nenek, di bandung.

panel yang digunakan hanya 1 biji. memakai ssc standar yang biru, aki motor kering, dan lampu yang digunakan lampu strip led. awalnya lampu ada 10 buah tapi karena terlalu cepat mati- jam 9 malam terkadang sudah mati karena aki sampai 10-9v akhir nya aku kurangi lampunya jadi 5 biji.

review secara keseluruhan, lama nyala lampu tergantung sekali sama cuaca hari itu. kalau lagi panas, siang hari bisa sampai 13.8v dan sore di ambang 12,++v. lampu akan nyala tepat jam 6 lebih pas maghrib, kalau sinar matahari sudah hilang sepenuhnya.

oh, untuk bisa nyala tepat pas malam hari, ssc di setting menjadi 00H. tidak perlu bolak balik on off lampu

saat cuaca panas begini, lampu led tadi bisa nyala sampai jam 12 malam dan lebih, itu seperhatian ku. kata nenek, subuh juga ternyata masih nyala dan aku lega.

kalau cuaca hujan dari pagi, siang cuma sampai 12v dan kadang 11.8v. sore di ambang 12v atau 11,++v. lampu cepat menyala, jam 6 pas atau kurang, dan nanti cuma nyala sampai jam 10 malam. kalau beruntung, jam 11 jam 12 malam masih nyala, tapi ngga pernah sampai pagi.

lampu strip ini cuma kami pakai di teras, sebetulnya bisa dijadikan lampu dalam tetapi aku belum ada niatan lanjutin perkabelan nya

itu, review dari panel surya 10 wp di bandung. ada niatan untuk bikin grafik jam nyala lampu, voltase dan grafik cuaca tapi belum dijalankan. sebetilnya kalau pakai sistem yang lebih besar dan pakai ssc bagus seperti mppt bisa tinggal koleksi data. tapi yah, ini kan cuma 10 wp.

sekiann

what did i do today

feelin’ pretty shit so here im gonna dumps what i did today so i could pretend i’ve been more productive.

Wake up a little bit late, and grandma said she’s going to shoum (fasting) today. I hestitated for a bit, thingking it’d be more polite to fasting along, but yeah, no-

so i didn’t

but i cut some pear for grandma break fasting.

Aaand, today we have musyker- musyawarah kerja, or…. beginning year meetings.

I thought it’d be work presentation only but there’s also some motivation session from our alumni. mostly about some tips for our programs. Said that we should make something that needed, cruciial, and not random things we just passed on from earlier generations.

speaking of, we, hmm. yah we should wear mask too. the mask work as a hijab for us. i mean, when we do offline meet there’d be this big curtain work as a hijab so we couldn’t see each other. but things goin’ online for now so… they told us to wear mask.

I… sometimes dislike it. but then i remember there’s also some of my friends doing it too. probably given weird looks from their family too, and I think I couldn’t protest so… I just do it.

and, when I started to lose my contretation I kinda just, start drawing. and boom. I got 3 pic a day.

3. i said, THREE. THAT’S MORE THAN I DO LAST WEEK OOOOOOOH

here’s two of ’em

original photo from… idk it’s from IG photographers
this one too

hm hm. satisfied a little bit

but then there’s this voice saying in my head, so what of your academic? your degree? you know nothing about your degree huh?

And i get sad again.

Ah, just now, I kinda panicked because I’m running out of my internet data. all of sudden. seriously last morning I checked it’s still 4gb! ugh indosat suck. so I have to buy another packet data. and said goodbye for my 70 thousand rupiah

soo that’s my work today.

What things I done today?

What things I done today?

I  wake up this morning and didn’t late for shubuh. That’s a good thing. And, I kinda slacking off after shalah and just reading through my phone. That’s untul half past six and I get up, to do things.

I do exercise that I found on Instagram. It was for dancer tho, but I tried it. It’s a flexibility exercise and now I know how unflexible I am

Then, I made an art! it wasn’t that good but I feel satisfied at first. Than I messing with some brush and I disappointed with the result. Still, that’s count as a practice.

i like the face coloring! unexpected :0

I take a bath (not twice. Who on earth take a bath twice a day on raining day). And in the evening I go out to ride the bike. And, levelling up my riding skills. +1 point for riding in slippery street, crossing the street, and -1 on strength. I fall. Or more like slip in front of a group of people. Hmph

After maghrib, I read fuadhnaim books that I brought here. ‘pernah tenggelam’, I have review it once here ;

Maybe I was really do some bad things lately, because what fuadh wrote is hitting deep. And, I have to rethink things I’ve done those days. 24/7 on Instagram, reading fics, watching stageplay. I really should leave all of this and start reading some siroh, or listening ceramah.

So that’s what I’ve done today.

Should be better tomorrow, anyway.

exercise i found. she’s a ballet dancer. a.. ballerina?

hurting yourself

“Yacchan, you may have learned to take care of yourself, but you don’t seem to know that you hurt yourself at the same time. We’re giving you the opportunity to experience life. Life is not always about working until your last breath.” He planted his hand on her hair, “You need to take the time to have a break. You finally met someone who’s the same age as you. After work you should spend as much time with him as you do with us.” 

-by PsychaoticButterscotch on If the Sky Falls, We will Catch the Heavens

memory of ramadhan

no. 3 ; memory of ramadhan

of course it’d be itikaf! every ramadhan our family always go to attin to itikaf. it’s around 10 last days of ramadhan.

we would start preparing from noon. like, making hot tea. packing rice. or mom would cook some food for sahur. meanwhile my siblings and i would prepare the mattres, sajadah, pillow you shouldn’t bring it tho or.. putting other things in bag.

but on more relaxing days, aka early days of 10 last day of ramadan. attin wouldn’d be so full and we could go after isya. after tarawih in masjid kompleks.

most of times it’s bapa who prepare all of things. and that’s also why we tend to go after tarawih.

but last year, as covid stroke i didn’t remember we go to itikaf even once. and i haven’t spent my ramadhan in malang, we already go home bcz of covid.

and talk about ramadhan, i do treasure my ramadhan in pesantren. where i used to spent my nights at masjid (mushola akhwat) and.. honestly it’s more of my naps than reading quran. but still, the peaceful of silent masjid is what i miss nowadays.

Well, this is so wrong. Itikaf purpose is for ibadah, not making videos. But that’s what we do lol

that’s what i miss from ramadhan

Look for hafiez vidio here https://www.instagram.com/p/ByEwSYwh9Ka/?igshid=1kjfs1l1ulpqx