2021 bablass

\ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \ \

ceritanya, aku biasa nulis 100 target setahun atau resolusi tahunan. tapi kebetulan tahun ini buku dan perlengkapan yang membuatku mood ketinggalan di malang sehinggaaaa.

aku buat ini deh.

4 target utamaku buat tahun ini dan template dibuat berdasar 4 target ku tahun lalu. yang cuma kecapai 3 poin nya,

contras dengan aku yang biasanya bikin berhalaman halaman wish buat setahun, aku rasa kali ini aku harus lebih sadar diri dan fokus pada sedikit hal tapi memastikan aku bisa menyelesaikan itu.

sisanyam live in the moment deh.

kalau sampai akhir ngga paham maksudnya, ngga masalah karena bahkan aku aja merasakan hal yang sama.

the more it made no sense the more it get aesthetic.

or so i think.

so here it is, my 2021 resolutions.

5 things i am grateful for today

  1. i am alive, i am healthy, i was able to fasting today.
  2. my bro behaving when i teach him english just now.
A teacher who helps students write homework. png image_picture free  download 400511861_lovepik.com

3. i was able to listen national youlead challenges today. kind of webinar but only for fellowship grantee.

4. we ate hondmade steak. it didn’t burn. and mom finds it kind of easy to made.

5. i read al kahfi this morning. didn’t finish it, unfortunately.

What did you learn too late in life?

soooo, i got these from quora. ‘express how you feel’ is the title of the thread. there’s a lot so i decide to pick some that hit home (for me at least). don;t bother the numbering.

1. Nothing is permanent, even friends.

3. You’ve got to deal with your own problems — Nobody cares.

4. Never expose your personal problems to random people.

5. Your Parents are the only ones on Earth who truly love you.

8. Continue a job if you find a growth factor in it, otherwise leave it.

9. Always talk less, be logical and to the point and, try to listen more.

10. Try to Appreciate the good things, people around you or in your circle.

11. In the current era Money is almost everything and most important thing in life. (lil bit hard for me to agree).

12. You learn lots of new things while travelling, so try it whenever you get the chance.

13. Eat healthy. Workout daily, Stay focused to your goals.

14. Give your best in whatever you do in life.

15. Always work to your fullest, because hard work never fails.

17. Everyone is better at something than you.

19. Consider law of Karma : good acts will come back to you for sure.

20. Help others whenever you can.

21. Never let anyone ruin your mental health ; It’s the power house of your own universe.

22. Research proves that you can improve your attention span or focus by playing games for few minutes. I used to play this game for few months and it worked for me, I’ve noticed improvement in my concentration period as well. I learnt that later in life.

23. Eliminate energy and concentration drainers from your life, If you want to live happily.

24. Don’t forget history, Learn from your mistakes.

25. True love is something beyond body and money.

26. Expecting nothing from anyone will never let you down. Make it a habit.

27. Real happiness comes from within you, not from materialistic things.

29. Optimistic people tend to immediately appreciate the idea or post they like or find helpful.

Hope you found at least one of my life’s lessons useful.

Have a nice day, Stay Blessed

Try to Spread happiness

little fire inside

1:09

1 menit setelah selesai editing job desain di ps

sambilan menyimak kajian umum ust abdullah taslim di yutub ammar tv, mata dan kepala rasanya sudah kangen sama kasur bantal dan selimut.

wops. tapi aku tahan, jangan tidur. karena tadi sore, kebetulan sekali aku ikut kajian bedah buku dari UAKI-walaupun cuma sempet hadir pas sesi tanya jawab- dan tepat saat itu pemateri sedang jelasin masa masa beliau rajin menulis di blog.

‘kalau saya baca lagi, tulisan tulisan saya di sini, itu bakal mikir lagi kok bisa ya jaman dulu saya nulis sebanyak ini, sesemangat ini’. waktu kulihat blog beliau seperti apa bentuknya, ternyata itu laman yang pernah kukunjungi buat cari info seputar kkm teknik. dan yang kuingat, saat itu aku menikmati gaya bahasa nya yang macam buku harian, tapi tidak terlampau sok asik kayak saya. lol

5 detik kemudian, aku langsung merasakan ada semangat kecil lagi di dalam hati untuk meneruskan tulisan ku di blog ini. dan blog sebelah. daaaan, yak. aku tepati ambisi ku, jam 1 dini hari ini.

yah, siapa sangka. bedah buku yang cuma kuhadiri sesi pertanyaan nya bisa membuatku sesemangat ini. alhamdulillahm, dan terima kasih.

Mengapa banyak orang terkurung dalam ketidak bahagiaan.

‘we think we have to be successful, then we’ll be happier. But the real problem is our brains works in the opposite order” kutip Shawn Achor dalam TED Talk nya di TEDxBloomington. Achor sendiri adalah orang yang memimpin research dalam positive psychology, dan ia baru saja menerbitkan buku berjudul ‘Before Happiness’. Yah diantara buku buku ‘happiness’ lain karya nya.

Kata nya, sebelum seseorang mengubah kesehatan dan kegemberiaan nya, otak kita ini sudah ada gambaran konkrit akan kemungkinan atau ketidakmungkinan dalam reality. Kadang gambaran ini yang membuat kita berpikit ‘bisakah aku berubah?’. Seseorang bisa dengan mudah menonton TED Talks berkali kali, dan membaca puluhan buku. Tetapi. Mereka hal tadi tidak benar benar mengubah hidup si orang itu. Makanya, kata achor, masalah yang sebaiknya kau perdalam adalah ‘How do we change the way we view the world?.

“A lot of frustration comes from us being irrationally optimistic about either the goal that we’re creating or the speed and the time it will take to get there”. Oh hello, this hit home actually. Aku beri gambaran tentang seekor badak. Dia sedang berlalri di sebuah treadmill, sekencang kencangnya, selama lama nya, dengan poster unicorn tertempel di depan nya. Si badak berlari dengan segala kekuatan nya sambal melihat si unicorn. Dan, semakin cepat dia berlari dia hanya akan mengakibatkan frustasi nya meningkat. Karena apa? jelas dia ini badak. Bukan unicorn. Seharusnya dia berusaja menjadi badak terhebat yang dia bisa.

So is there a wrong way to set goals for yourself?

Bah. Sebenarnya yang paling sering membuat seseorang frustasi adalah, kita ini melupakan realita soal kepribadian diri sendiri. Terkadang pula, ekspetasi kecepatan kita dalam menggapai goal tadi juga bermasalah. Normal pace mu hanya 5, tetapi kau setting goals yang harus dicapai dalam pace 10. Output yang ada hanyalah kau capek sendiri dengan usahamu yang Nampak tidak membuahkan hasil, atau goal yang malah semakin jauh. Padahal, bung. Kalau kalian lakukan pelan tetapi bertahap, akan ada saat nya kau sadar bahwa kecepatan mu sudah bertambah jadi 8 atau 9.

Now, what’s the point of those things?

hanya 2 point yang tampaknya ingin sekali aku highlight. One, life isn’t about ‘be successful, than you’ll be happy’. It was the otherway around. Two, make a realistic goals. Or put it in a timeline you’d be able to achieve it normally. Don’t force. Otherwise, you’ll get exhausted.

That’s all. I’d like to write part 2 since this article has things related to my past, or so I think.

byebye

Isi 2 bulan terakhir liburan dengan TED’s summer culture list: 114 Podcast, Books and Movies to nourish You

Again, aku iseng iseng buka ted blog. Kali ini ideas.ted.com karena konten nya lebih…. Cocok dengan seleraku daripada ted.blog yang notabene Cuma berisi review review dari tedxtalks nya. Aku juga merasa bahwa dengan membuka ideas.ted ini pasti ada aja tulisan nya yang nendang, atau pesan pesan nya yang berguna. Setidaknya, untukku ya. Toh tulisan tulisan tadi yang cukup menarik perhatianku akan langsung aku buat menjadi konten baru buat wordpress ku.

So, what have I found today…?

Tepat kayak judul postingan ini, aku nemu list podcast, books and movies. Aku suka banget kalau ada yang rekom konten terutama podcast. Secara, aku ngga berbakat dalam surfing di medsos macam yutub dan aku juga podcast jarang sekali dengerin podcast, apalagi exploring nya. Di sini, recommendation list nya di buat dari para TED speaker. Mereka memberikan semua buku, podc, tv shows dan movie yang dirasa bisa me’nourish’-mengembangkan pikiran, spirits dan bodies mereka.

Yang penasaran boleh lihat di tulisan asli nya : https://ideas.ted.com/teds-summer-culture-list-114-podcasts-books-tv-shows-movies-and-more-to-nourish-you/#ui3

owk

Okay. Now, let me put some of my favorites from the list. Ah, sebenarnya bukan favorit tapi beberapa yang udah menyita perhatian saya dan langsung aku cek link nya. Beberapa podcast yang menurutku menarik dan sedang aku butuhkan ada di bawah ini

The Happiness Lab podcast
This podcast, hosted by Dr. Laurie Santos (TED Talk: A monkey economy as irrational as ours), takes you through the latest happiness research and offers insightful anecdotes. It will make you feel differently about your day to day, especially during these up-and-down times.
– Catie Cuan, TED Talk: Teaching robots how to dance

How to Survive the End of the World podcast
This podcast, hosted by activists Adrienne Maree Brown and Autumn Brown, goes even beyond what the title promises. In conversation with each other and with other amazing activists, they reveal aspects of a world in collapse and show how these fractures can be transformed into opportunities for renewal.
– Yifat Susskind, TED Talk: In uncertain times, think like a mother

Librivox audiobooks
I’m hugely grateful for the sustenance I’ve derived over the years from Librivox, a vast library of free, public-domain audiobooks read by generous volunteers. I often choose my books not by the author but by the reader, and one of my favorites is the late Nicholas Clifford (1930-2019), who seems to have been born to read Henry James aloud. I could graze all day on the wholegrain of Clifford’s genial tones, and I would never have thought that James’s infamously challenging “late style” could be so lucid, natural and human as it is in these recordings. Elizabeth Klett reading Nella Larsen is also outstanding.
– Sascha Morrell, TED-Ed Lesson: Why should you read Moby Dick?

itu dulu, yang udah aku buka duluan. movies dan books list nya belum aku cek, karena memang targetku banyakin dengerin podcast.

bye!

bawa origami ke pesantren sebagai cure pelupa ku

Sejak lama (sejak sd), aku ngerasa sifat pelupa ku ngeganggu banget. Waktu kelas 4, aku pernah kehilangan pisau pramuka, syal pramuka, atau ketinggalan buku tulis entah dimana. SMP SMA, ke-pelupa-an ini bikin kesel kalalu lagi murojaah hafalan. Walaupun kata orang orang, kalau sering lupa pas ngafalin alquran itu bagus. Artinya Allah pengen kamu ngulang terus ayat ayat suci nya.

 Berharap bukan gangguan parah kayak alzeimer atau dementia, aku berusaha keras mengatasi kelemahanku ini. Aku rajin rajin cari video yutub tentang mengatasi sifat pelupa, atau baca baca artikel gugel di halodoc, detikhealth, atau site apapun yang menarik layout nya. Lol

Ga sengaja, aku nemu video tentang lansia yang suka origami walaupun usia nya udah sepuh. Walaupun dia nggak mendalami seni origami, tapi tetep rajin ngelipet lipet walaupun Cuma tahu cara bikin orang orangan dan animal yang simple. Di tengah video, dia menjelaskan kalo origami ini juga bisa bantu menjaga daya ingat. Terkagum kagum, aku memutuskan beli origami di gramedia yang warna nya agak imut. Bukan origami depan berwarna belakang putih keling bersinar yang suka ada di abang fotokopi. Kebetulan di rumah ada buku origami monster yang ngga kepake, sekalian aku bawa balik ke asrama buat mengisi waktu senggang.

Origami Monsters: Create Colorful Monsters with This Ghoulishly ...
one of monster i made. pic from google

Antara kelas 11 atau 12, aku sempet baca novel ‘STILL ALICE’ dari perpus yang ceritanya tentang kehidupan ibu ibu yang mengidap alzeimer. Cover nya nyentuh banget, karena ekspresi mukanya seakan benar benar kosong. Kisah nya mulai dari alice masih normal, sampai penyakitnya udah akut. Yang bikin aku degdegan justru cerita awal awal alice memperlihatkan keanehan  dalam keseharian nya. Dari lupa jalan pulang, lupa naroh benda, bermasalah sama penglihatan nya-alice melihat karpet hitam di ruang tamu nya semacam lubang besar bekas galian. Aku yakin aku sendiri ngga punya kelainan ini-.

Still Alice - Wikipedia
cover of still alice. adapted into movie 2014.

Bagian lupa menaruh benda itu yang paling membuatku ga tenang. Sering lupa tujuan ku waktu keluar masuk kamar, atau lupa barang apa yang mau diambil pas turun dari Kasur itu bener bener bikin aku stress. Makaaaa, origami ini salah satu harapanku.

Setiap sore atau malam sehabis isya, aku tiduran di lantai kamar, ambil satu kertas origami, lalu buka origami monster yang kubawa dari rumah dan mulai melipat. Origami yang kubeli dobel warna, lucu kalau udah jadi bentuknya. Kadang satu dua temanku ikutan melipat, atas dasar kegabutan dan gemes mau ikutan.

Hasil origami tadi aku pajang di pinggir lemari kayu milikku. Kelas 11, hasil origami tadi masih cukup menutupi bagian atas lemari. Tapi waktu kelas 12, karena semakin Panjang akhirnya aku pindah ke bagian samping dan aku rangkai ke bawah kayak curtain. Aku nggak simpen foto nya, sayang sekali.

Aside from that, apa aku berhasil mengobati pelupa ku? Entah. Karena aku ngga pernah bikin riset atau ngumpulin data soal ini. Lagipula aku hanya sesekali main origami, nggak tiap hari tiap waktu. Dan kalau tujuan origami itu buat menginat step step nya, jelas aku udah gagal karena hamper setiap origami yang kubuat kudu ngikutin arahan dari buku nya.

So, in the end I did not cured my forgetfulness. Instead, I only use origami for my own amusement. I really hope soon I’d known any other ways to get over this weakness of mine.

See ya.

sedikit kilas: Kkm 123 teknik waktu dulu

12 januari 2020

Angkanya cantik.

Hari ini kayak, panjang banget dan lelah. Lelah mental dan hati karena harus beli jeans 95k, ponco 10k, senter lagi, gaada batere, manset putih 50k padahal kek gabakal kepake.

Pagi hari aku bangun agak lebih cepat dari biasanya. Mandi wangi wangi karena tau 4 hari kkm ga bakal sampoan. Sabun aja ga disuruh bawa.

Menjelang jam 6 dibilangin kalau kelompok du 16 kudu ngumpulin penggaris. yaudah aku beliin aja 5 biji walaupun diminta nya 10, kasian kalau koor lagi yang beli. Lepas kasih penggaris ke timpel kita ngobrol bentar. Suasana hatiku masih kayak minggu pagi saat itu.

Jam 8 pagi, masuk pengumuman di wa bahwa jam 10 ada pengambilan atribut di gazebo fk dan pengecekan tas lagi. Aku tertekan kalau bayangin tasku harus di cek mba2. Lah kemaren aku bolos pengesahan tas karena banyak ga lengkap nya. Ini malah kena lagi. Aku orang nya anti beli beli club. Mau nangis kalau lagi liatin harga jeans yg sampe 100 rebu.

Jam 11 aku belom juga berangkat, karena atribut belom bisa diambil ternyata. Aku baru berangkat abis dzuhur sekalian beli tembakau di abang nasi martabak di kerto…. asri. Mahal banget seperempat plastik kecil 8rebu. Padahal di tokonya 10 rebu satu ons.

Lepas tembakau, aku temani kawanku ambil uang di kpri. Baru pas mau lewat fia aku tersadar kalau atm juga ada di dekat gazebo fk. Temanku minta maaf dan ketawa.

Sampe gazebo itu atribut belom bisa diambil juga, akhirnya aku tuntaskan impian nge wifi di gedung fp. Duduk sendiri di pinggir jalan, sing penting dapat wifi. Baru sekitar jam 2 lebih atribut untuk putri bisa diambil.

Selesai atribut, temanku ada yang janjian beli jeans. aku nyerah karena tekanan mental kalau kalau nanti jeans pinjaman temanku disita. Kita janjian abis solat ashar, aku bìlang tunggu pengecekan tasku. Nungguin danton putri selese urusan sama atribut lama, akhirnya yang ngecek tasku rekan penggerak.

Waktu dicek, dia kesal dan ga habis pikir gimana ceritanya barangku banyak salah dan lebih banyak kurang. Aku bilang aku gamau beli beli. Dia membujukku agar nurut aja, daripada disita. Lakban, kanebo, serbet, masih bisa guna nantinya. Tapi jeans woi!

Akhirnya aku selese cek isi tas, sekarang bingung pulang pakai apa. Aku tanya putri yang bawa motor, mereka semua ada urusan. Untung akhirnya ada satu anak yang mau ke kosan dulu dan nawari tumpangan. Aku terlalu senang sampai lupa bawa titipan atribut temanku.

Aku baru sadar waktu mau beli jeans. Teman jeansku sampai geleng geleng, ada makhluk seceroboh ini. Etdah emangnya saya tidak capek banyak lupa begini? Seperjalanan beli jeans di kanan lampu merah dinoyo aku ga semangat samsek, apalagi denger harga jeans yang hampir 100 rebu. Lah kemarin pada dapet 75 loh mas. Kesal.

Lepas beli jeans, aku balik lagi ke gazebo buat ambil kresek lia. Itu kan amanahku. Habis itu tanggung sama tasku yang ga muat bawa barang, aku menyerah buat nyewa carrier di bendungan sari. Jalan dari gazebo fk! 30 menit kemudian, baru sampai alert backpacker. Carrier 50L sisa satu, langsung kupinjam dengan biaya 9rebu sehari. Dikali 5 hari.

Cepet pulang pakai grab ke kosan, karena maghrib gitu jarang angkot di malang. Sampai kosan berbarengan sama lia yang aku titipin manset putih dari sardo. Sayang, ini dua manset ga kepake samsek nantinya. Kami istirahat bentar, lalu selesai lah hari melelahkan itu.

Malam nya, aku baru menyempatkan packing jam 2 malam. Sebelum nya masih meratapi nasib 100 rebu ku buat beli jeans. Tapi dari pada bawa jeans orang lalu kesita. Salah satu mbak juga nge wa dan bilang, ini dianggap jadi tafakkur alam saja. Dan itu nge jleb buatku. Malam itu, tertidur dengan posisi ngga enak. Aku menyiapkan mental buat hari esok. Berharap bangun pagi, biar bisa mandi kembang sebelum puasa mandi 4 hari.

rasanya 6 bulan ngga pulang ke rumah

20 Desember 2019, 05.20 am

kami turun dari lantai 4 griya, masih mengobrol. aku memastikan dia tahu apa yang akan dia lakukan selanjutnya, menunggu di stasiun, mengontak putri lalu jo lalu ilham, cari mbak penunggu loket dan scan barcode. aku macam ibu saja yang khawatir anak nya. sampai lantai bawah, berjalan santai ke luar griya UB. di luar parkiran, abang ojol menunggu dengan motor beat, menatap hapenya. aku harap motornya mampu membawa tentengan dia yang besar karena makanan. kripik buah itu, yang bungkusnya besar karena udara padahal isinya sepuluh potong pun tak ada. abang ojol menaruh tentengan di depan, dan dia bersiap naik motor. tidak susah karena dia tidak pakai rok, walaupun aku kurang suka idenya itu. aku melambai, mengucap salam dan doa keselamatan baginya. motor berlalu, aku masih diam ditempat mengamati motor yang membawa rafa dan tentengan nya pergi ke arah bunderan UB. puter arah karena jalan di dekat griya masih ditutup. aku melambai, tersenyum, berteriak ‘hati hati’. sembari berjalan kaki pulang ke kosan. ke arah yang sama dengan rafa pulang.

pagi itu aku pulang sehabis menginap di griya ub. menemani rafa. minggu terakhirku di malang, aku bertekad untuk tidak bermalam di kamar tapi menginap di tempat teman. siapa pun itu. jadilah malam itu aku dan rafa menginap di griya, yang sudah sepi. mewujudkan keinginan ku nonton film bareng, walaupun akhirnya dia yang tidur duluan. rafa minta tolong dibangunkan jam 3 pagi untuk siap siap. padahal esoknya dia yang bangun duluan.

setelah subuh, dia tidak mau tidur. aku awalnya berniat bikin vidio tentang anak rantau. lumayan pas sudut pandang nya. kami anak jawa barat, jarang dijenguk, ga pernah naik pesawat untuk pulang. bedanya dia belum pernah jauh dari rumah, sedangkan aku 6 tahun jarang pulang ke rumah. sudah takdir hape ku habis batere, dan hape rafa habis memory. kami akhirnya mengobrol berdua dengan intonasi macam yutubers lagi wawancara.

apa kita pernah homesick? dia jawab ya. ibunya pernah berkunjung sekali ke malang, 1 atau 2 bulan lalu. setelahnya dia homesick 1 minggu. aku tertawa. beda denganku, hal macam itu aku rasakan waktu kelas 1 smp. homesick yang aku rasakan lebih pada kangen suasana pondok. makan 3 kali sehari, solat terjaga tiap waktu, dan teman yang selalu ada. tinggal ngesot ke kamar sebelah, atau main ke asrama lain. nggak akan kesepian. semuanya saling kenal.

dan pagi ini kita akan pulang. ah, rafa maksudku. aku masih hari esok nya. apa yang kami rasakan? tentu saja deg degan. rafa ga sabar menantikan sampai ke rumah. aku ga sabar ingin merasakan perjalanan di kereta. beneran deh, pulkam itu paling asik pas di jalan. oleh oleh? kami sudah sedia. rafa dengan kerupuk 25 ribu isi udaranya, dan aku yang lebih bijak memilih pecel dan keripik tempe yang katanya khas kota malang. padahal aku maunya bakpia.

sayang, pulkam kami dihantui pengabdian. ospek teknik yang harusnya jadi rangkaian terakhir. kalau kami tidak anggap ospek itu 4 tahun lamanya. waktu liburan yang harusnya sampai tanggal 27 januari maju jadi tanggal 6. ampun deh!

Rantau di malang, main nya ke mana?

Minggu seru

Akhirnya main lagi ke cfd. kali ini nggak beli kue 10 rebu 3 lagi, tapi sebagai gantinya aku sama arini beli kerak telor. Jauh jauh ke jawa timur malah beli makanan rumah.
Seharusnya aku sama arini ikut rapat dari pagi, tapi karena aku diminta buat ngasih penampilan bahasa isyarat jadi sempetin dulu ke sana. Kebetulan arini belom pernah ke cfd.

Kali ini juga nggak ada mbak iguana. Yang ada mas anakonda. Temanku ini mematung lihatnya, padahal sudah aku suruh pegang sisiknya. Di elus saja ngga usah di gendong. Tapi dia tetep tidak mau. Akhirnya cuma berani pegang ular kecil yang oren itu. Yang dipegang anak kecil juga. Aku juga coba elus, rasanya kayak sisik ikan. Elus lagi, kerasa nya malah kayak daging ikan. Dingin.

Adek nya ngga takut. Padahal tekstur nya bikin geli

Jalan dikit habis gereja ijen, kami disalip anak anak yang main sepatu roda. Lihat aja aksinya, buat yang nggak pernah bisa main sepatu roda aku terpana. Ngebut dari jauh, terus kakinya meliuk cepat diantara cone kecil itu. Lucu dan keren sekali.

Dia meliuk liuk keren

Jalan sedikit lagi, ada ribut ribut dan terlihat orang lagi berlarian. Wah ternyata bapak bapak lagi main gobak sodor. Hebat, anak jaman now saja jarang main fisik begini. Olahraga paling seringnya hanya senam jari.

Bapak2 main gobak sodor

Sampai jam 8 lebih, kami mencukupkan diri. Ka limah sudah nge wa rupanya. Mencari kami di muktamar.
Ya sudah, waktunya balik. Coba pakai angkot, semoga saja ga nyasar.

A day in life, mahasiswa gabut

Jadi mahasiswa katanya sibuk, jarang pulang, banyak tugas. Tapi katanya juga jadi mahasiswa itu banyak waktu kosong nya. Maka aku coba jabarkan, sehari nya aku saat gabut. Ga ada acara, rapat, kegiatan, atau quiz.

04.00

Bangun subuh, kesal karena kelewat satu menit pas azan subuh, jadi ga bisa tahajud. Abis solat, kadang al matsuratan sambil ngantuk, atau tilawah kalau lagi seger, kadang main hape sampai jam 7, atau yang paling sering tidur lagi.

07.00

Bel dari sd di sebelah, saat mereka mulai upacara atau solat dhuha kadang aku belum mandi. Lama kelamaan merasa malu atas diri sendiri, aku menjadi kompetitif dalam hal preparing the day ini.

7.30

Biasanya perut kelaperan, terpaksa keluar cari makan. Kalau lagi fase main hape bisa molor sampe jam 8.30 dan kalau lagi puasa dipakai buat nyuci tumpukan baju seminggu.

8.30

Masih main hape. Nonton insider, memanusiakan manusia, atau tidur.

9.30

Main hape. Lagi channel nya the big story, walau lebih sering nya tidur.

11.20

Azan dzuhur. Kadang lagi kelas sejak jam 10, atau kalau kelas nya siang berarti jam segini tidur dulu 30 menit

12.00

Kelas siang paling cepat jam 12. Kalau lagi gitu kondisi udah siap dan udah solat, tinggal berangkat.

13.00

Lagi kelas, kalau mtk ini fase ngantuk. Kalau b inggris tetep seger. Dosen killer. Kalau ga ada dosen lagi ngobrol sama anak kelas di koridor.

14.30

Kelas selesai. Solat dulu di mushola kampus biar ga kelewat, dan juga biar berjamaah. Sekali dayung dua pulau ya.

16.00

Udah di kosan. Main hape, atau tidur. Yutuban, instagraman, atau… tiduran. Kalau lagi puasa biasa nongrong di masjid sambil kajian senin kamis

17.00

Murotal di masjid mulai nyala. Persiapan mandi, ambil jemuran di atas. Taro hape sebentar.

18.00

Udah maghrib. Kalau lagi rajin tilawah 10 hal. Juga baca al matsurat sore. Kadang cari makan malem, atau kalo hari jumat siapin amunisi ospek sabtu. 6 bulan ospek tiap sabtu. Ospek for life.

19.00

Isya. Solat di masjid kalau lagi rajin, kalau nggak di kosan saja. Kalau abis solat di masjid sekalian cari makan malem. Atau jajan roti buat sahur.

20.00

Selese makan, dan main hape. Kalau masih seger otak nya sempetin diri buat nulis, atau kerjain tugas. Itu pun kalo ada tugas.

20.30

Paling sering jam segini udah main hape, tiduran di lantai dan lampu mati. Akhir akhir ini gerah minta ampun. Kalau ada cemilan sambil nyemil. Padahal buat jualan warung.

21.30

Kadang belum tidur kadang udah pules. Murotal pasti nyala, siapa tau sambil ngafalin quran di alam bawah sadar. Setel alarm 5 menit lebih cepat dari sebelumnya biar bisa bangun tahajud

02.00

Kalau ketiduran di lantai sekitar jam 2 naik ke kasur. Tapi ngga sadar penuh untuk solat tahajud.

4.00

Alarm bunyi 3 kali setengah jam yang lalu, tapi ga berhasil bikin turun dari kasur. Penyesalan lagi, dan rutinitas berjalan kembali.

Well, itulah apa yang mahasiswa, atau aku, lakukan kalau ngga ikut ukm, organisasi, seminar, atau lagi bukan semester sibuk. Bukan berarti mahasiswa itu gabut. Ah, mungkin mayoritas.

And else, that’s my daily routine. Kalau kalian mau bilang aku perlu ningkatin ibadahku, I knew it already. And that’s what i’m struggling with lately. Satu hal yang aku minta pada kalian, doakan aku bisa menjadi lebih baik. Setiap hari nya, setiap hari nya.

Let me ask ya, do you smoke?

Abis aku ngomong gitu, satu kelas langsung ribut.

kalimat itu aku tanyakan ke grup presentasi waktu conversation bahasa inggris. temanya tentang playing to friend’s house, dan aku cuma kepikiran pertanyaan itu, yang ternyata bikin ribut sekelas. ada yang nyahut kalo pertanyaanku nggak sesuai tema. ayolah, ini belum selesai. aku kan mau tanya apa dia merokok di rumah teman nya, sebelum itu aku mau memastikan dia merokok atau tidak, biar pertanyaan aku nggak cuma dijawab, no, i don’t smoke, so yeaah like that’.

di situ aku langsung teringat waktu pelajaran agama, saat ada yang presentasi dengan materi hukum islam. sebuah pertanyaan klise muncul. apa hukum nya rokok? tanya seorang anak kelas. jawaban pemateri waktu itu nano nano, kalau menurutku. mereka bilang makruh, tapi pakai dibandingkan segala sama alkohol yang jelas haram. mereka juga kasih dalil ‘makanlah dari yang baik’ tapi endingnya seakan membolehkan. itu karena pemateri tadi merokok sih, kalau nggak merokok ya beda cerita kali.

sebagai bocah ingusan yang baru tahu dunia luar, aku nggak sekonyong-konyong memvonis para bocah itu buat jauh-jauh dariku waktu mereka merokok. aku orangnya nggak berani negur duluan, pake kode ya boleh lah kan aku cewek. awalnya aku perhatiin dulu gimana reaksi putri putri di sekitarku kalau lagi ada orang ngerokok, lalu aku imitasi sikap mereka tadi. dari mereka aku belajar bersikap, tanpa harus menyakiti perasaan orang. sebenernya, kami yang tersakiti sih. setelah ditegur mereka seakan peduli, dengan geser sedikit atau memalingkan muka. tapi ya sama aja asepnya sampai juga ke paru paru aku, sampai kepikiran kalau mau ngerokok ke laut aja napa dah !. rasanya aku ingin teriak begitu.

ini juga berlaku buat yang nge-vape. aku lebih nggak suka kalau di dekatku ada yang nge vape. aromanya yang kayak minuman bikin aku takut. takut kalau aku juga ketagihan sama baunya. tapi gak bakal lah, orang rasa kesel udah duluan mendominasi dibanding menikmati. spesies peng-vape biasanya lebih ga tau diri dari perokok. gara gara asap vape yang lebih tebel, mereka jadi lebih pengen pamer dan pastinya ngerasa-aku ga ngerokok kok cuma nge-vape, ga ada salah nya aku di sini- dan itu lebih ngeselin lagi. untungnya anak usia segini nggak moody seperti waktu smp, jadi lebih bisa ditegur lah sama kita.

spoiler dikit, semua teman cewekku kalau ada orang rokok ghibahnya pasti tentang paru paru mereka. ‘duh, ini gimana nasib ku’, ‘bau banget tauk. aku tuh ga suka banget deh’, ‘kenapa dah mereka masih tetep gitu, udah tau bahaya juga’, ‘eh kalo yang elektrik lebih bahaya kan? bisa meledak di muka!’. nggak ada yang suka tuh, sama perokok.

yang terbaru, pernah ada story ig teman asrama ku tentang bahaya vape elektrik. semacam warning buat para perokok elektrik, kalau dishare termasuk konten berfaedah insya allah. aku bilang ke dia, berani nggak ya aku nge story ini. katanya iya lah harus, sok aja. aku balas, tapi mereka pasti sensi banget-aku gamau salah langkah dakwahin mereka di bidang ini- sayang kalau mereka tiba tiba menjauh nanti ladangku berkurang satu. dia mengerti akhirnya. endingnya juga aku nggak jadi nge story padahal itu berfaedah.

efek positif dari adanya spesies ini, aku jadi mudah menilai mana orang baik mana yang tidak. mana yang islam nya belum kaffah mana yang mendingan dikit lah. karena bahkan teman sma ku juga banyak yang nge-asep, nol poin untuk respect ku pada mereka. ente ini santri, penghafal quran, masa ngerokok. boarding sebelah kebalikan nya, anak-anak nya justru ngga ada yang ngerokok. peraturan tak tertulis mereka melarang rokok. wah, semua teman yang denger ini respon nya pasti ‘woaaah, beneran tuh? keren banget’. kalau di lingkup jurusanku, seperti anak yang aku tanya di awal tadi. waktu itu dia jawab ‘no, i don’t smoke’. tring! aku beri dia poin satu untuk respect ku padanya. selamat.

aku gak biasa dapet uang bulanan, jadi bingung ngaturnya

challenge terbesar buat anak rantau tuh, ini. HEMAT.

bagus kalau udah terdidik dari kecil untuk nabung, atau memegang teguh prinsip kebutuhan bukan keinginan. yah sayang kayaknya jaman sekarang cuma dikit orang yang berprinsip begitu. apalagi soal menabung, millenial nggak melakukan itu loh. katanya.

soal duit ini, aku rasa anak santri lebih berpengalaman. kalau pun nggak terbiasa manage pengeluaran sebulan, minimal semiggu udah tau patokan nya maksimal berapa. beda sama yang terbiasa di rumah dan dapetnya uang harian. pasti bingung pas awal awal. ada aja yang keterusan ngambil atm tiap hari. 50 tiap kali ambil. aduduh, tekor itu saldomu nak.

aku sendiri pakai standar waktu smp. 400 ribu sebulan. (smp masa masanya boros. soalnya kantin asipa lengkap sih). kalau pakai standar sma, duh 50 ribu aja bisa buat 2 minggu. gak realitas banget ya buat hidup di luar.

minggu minggu awal, boros itu pasti. banyak kebutuhan mendesak macam bantal, selimut, alat makan atau mandi yang bisa aja nggak kebawa dari rumah. paling enak sih belanjanya sama orang tua, tapi ya ga bisa keles. akhirnya waktu itu aku keluar sampai 200 ribu dalam seminggu.

hari hari selanjutnya, biasanya tekor lagi soalnya banyak reuni atau forum pesantren. sekali ikut bisa keluar 20 rebu buat makan. hm, itu jatah 4 kali makan kalalu di malang. tapi ini cuma sekali, paling tahun depan baru ketemu lagi.

ini belum sama kebutuhan ospek. kalau kalian manut banget, segala syarat macam rok rempel sama sepatu pantofel pasti bela belain beli. gak usah. seriusan. maksudku, anak kuliahan stylenya bukan pake pantofel kan sehari hari. jadi ga usah beli kalau ngga punya. nanti kucing kucingan aja pas ospeknya. atau mending dimarahin dah daripada keluar 200 rebu lagi. (pengalaman smp sih, pantofel2 begitu)

uang makan sehari hari, itu sesuai perut masing masing. aku orangnya cepet kenyang. beli makan pagi 5 rebu, nasi nya bisa dibagi dua buat sama makan sore. senin kamis kalau bisa puasa, itung itung jadi tiket masuk surga arroyan(jangan salah niat mau hemat duit). biasanya masjid kampus ada takjil nya. lumayan aku udah 2 minggu nggak keluar duit buat buka puasa.

terakhir, buat yang nggak biasa nabung jadilah seperti millenial. investasikan uang mu. cari celah misalnya anak kelas jarang bawa hvs atau folio. bawa satu pak ke kelas terus jualin ke mereka. dapet seribu dua rebu kan lumayan. buat juga catetan pengeluaran dan pemasukan tiap minggu. siapa tau jadi sadar kalau situ boros banget. hehe.